January 19, 2018

Penemu & Pembuat GLOBE

GLOBE
Penemuan Umat Islam

Adalah seorang cendekiawan muslim bernama Abu Abdullah Muhammad al-Idrisi Ash-Sharif, atau lebih akrab dengan sebutan al-Idrisi. Pria kelahiran Ceuta, Maroko tahun 1100 ini merupakan seorang ahli di bidang kartografi dan geografi. Berkat keahliannya itulah seorang raja kristen yaitu Raja Roger II, penguasa kerajaan Sicilia, mengundangnya. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1138 di Palermo, Sicilia.
Raja Roger II menyambut al-Idrisi sebagai tamu agung dengan hamparan karpet merah. Ilmuwan muslim itupun ditempatkan di tempat terhormat. Sungguh sebuah kejadian yang aneh, di saat tentara muslim berjihad melawan tentara salib di Yerusalem, dua peradaban yang saling berseberangan ini duduk berdampingan dengan penuh rasa hormat di Sicilia.
Itu semua karena Raja Roger II merupakan maniak geografi, dan kesengsem oleh keahlian al-Idrisi. Konon, saat itu belum ada ilmuwan kristen yang mumpuni di bidang geografi dan kartografi secara akurat. Itulah alasan Raja Roger II mengundang al-idrisi. Dalam pertemuan itu, mereka sepakat membuat peta dunia yang akurat dalam waktu 15 tahun. Untuk mewujudkan ambisi mereka, kedua tokoh itu pun kemudian akademi geografi.
Mega proyek pembuatan peta dunia tersebut melibatkan 12 orang ahli, 10 di antara mereka adalah sarjana muslim. Sebuah kebetulan, entah disengaja atau tidak, kota Palermo merupakan tempat mangkal para pelaut dan navigator dari berbagai wilayah seperti Mediterania, Atlantik, dan perairan utara bertemu. Al-Idrisi pun menggali informasi dari mereka yang tengah beristirahat di Palermo. Penjelasan seorang navigator dikonfrontir pada navigator lainnya. Hasil kajian ini lalu dirumuskan.
Selama bertahun-tahun, Al-Idrisi menyaring fakta yang berhasil dikumpulkannya. Ia menggunakan keterangan yang paling jelas sebagai acuan pembuatan peta. Menjelang tenggat waktu yang ditentukan, peta yang diinginkan Raja Roger II akhirnya selesai pada tahun 1154.
Sebagai seorang geografer, al-Idrisi meyakini bahwa bumi ini

berbentuk bulat. Berdasarkan atas keyakinannya itu, secara gemilang al-Idrisi berhasil membuat globe dari bahan perak dengan berat sekitar 400 kg. Globe ciptaan al-Idrisi tersebut menggambarkan 6 benua, lengkap dengan jalur perdagangan, danau, sungai, kota-kota utama, daratan, dan gunung-gunung. Tak hanya itu, globe tersebut juga memuat informasi tentang jarak, panjang, dan tinggi secara akurat. Untuk melengkapi globe yang dirancangnya, al-Idrisi menulis buku berjudul al-Kitab al-Rujari (Buku Roger) yang didedikasikan untuk sang raja.

Selain menulis Buku Roger, al-Idrisi jaga merampungkan penulisan kitab Nuzhat al-Musthaq fi Ikhtiraq al-Afaq. Ini adalah Ensiklopedi Geografi yang berisi peta dan informasi mengenai Negara-negara di Eropa, Afrika, dan Asia yang pertama kali diterbitkan secara rinci. Setelah itu, dia juga menyusun ensiklopedia yang lebih komprehensif berjudul Rawd-Unnas wa Nuzhat al-Nafs. Selama mendedikasikan dirinya di Sicilia, al-Idrisi membuat sebanyak 70 peta daerah yang sebelumnya tak tercatat dalam peta.
Al-Idrisi memang sangat fenomenal. Dua abad sebelum Marco Polo menjelajahi samudera, ia sudah memasukkan seluruh benua seperti asia, eropa, afrika, dan utara Equador ke dalam peta yang diciptakannya.

(sumber: http://ristu-hasriandi.blogspot.com/2009/01/al-idrisi-pencipta-globe.html – dengan perubahan)

No comments:

Post a Comment

Featured Post

4 Lembaga Penerima Hibah Setiap Tahun

4 Lembaga Penerima Hibah Setiap Tahun 1. KONI  dasar hukum untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) adalah Pasal 69 Undang-Undang Nom...

Popular Posts